Home Berita Pentingnya Perlindungan SandDune Parangtritis
Pentingnya Perlindungan SandDune Parangtritis

Share

GUMUKpasir (Sand dune) Parangtritis menjadi ciri khas Propinsi DIY khususnya di kabupaten Bantul, merupakan ekosistemalam langka dan unik yang terbentuk sejak ribuan tahun lalu. Kawasan gumuk pasir Parangtritis terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek. Kabupaten Bantul, DIY. Sebelah barat berbatasan dengan Kali Opak, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Donotirto Kecamatan Pundong, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Jumlah gumuk pasir di Desa Parangtritis sekitar 190 buah, yang terdiri dari tipe barchan, sisir, parabolik, dan longitudunal. Gumuk pasir terbentuk akibat adanya deposit pasir yang berasal dari material vulkanikGunung Merapi yang mengalir ke sejumlah sungai kemudian bermuara ke laut selatan.Adanya ombak dan angin membawa pasir di laut ke pantai dan wilayah sekitarnya hingga membentuk gundukan-gundukan gumuk pasir. Gumuk pasir (sand dune) adalah bentukan alam karena proses angin yang disebut sebagai bentang alam eolean (eolean morphology), yang memiliki sifat aktif/dinamis. Gumuk pasir dapat dijumpai padadaerah yang memiliki pasir sebagai material utama, dengan kecepatan angin yang tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butirpasir dan lahan sebagai tempat pengendapan pasir.Hamparan gumuk pasir Parangtritis terbentuk dalam kurun waktu yang lama, menghasilkan bentuk fisik yang menarik dan unik. Bentuk gumuk pasir Parangtritis unik karena berbentuk bulan sabit (tipe barchan). Gumuk pasir tipe barchan merupakan satu-satunya gumuk pasir di dunia yang terjadi di pesisir pantai dengan iklim tropis basah.Gumuk pasir Parangtritis menjadi salah satu geoheritagedi Provinsi DIY. Bertambah dan berkembangnya kawasan gumuk pasir Parangtritis sebanding dengan pasokan material pasir hasil aktivitas Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, DIY terbawa melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan bermuara di Pantai Selatan Kabupaten Bantul. Pasir yang terbawa melaluisungai akan mengendap di muara sungai, oleh arus dan ombak akan diendapkan di pantai. Gumuk pasir memiliki fungsi ekologis yang penting antara lain mencegah terjadinya peresapan air laut (intrusi) ke lapisan air tanah, mencegah abrasi, dan sebagai penghalang(barrier) pertama ketika terjadi bencana tsunami, mengingat Kabupaten Bantul termasuk wilayah rawan bencana alam gempa bumi dan tsunami.Pantai Parangtritis terletak di pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk kawasan pantai yang landai. Kabupaten Bantul dan Laut Selatan termasuk kawasan rawan bencana gempa bumi yang dapat berpotensi menimbulkan tsunami. Keberadaan gumuk pasir merupakan infrastruktur alam yang dapat berperan sebagai penghalang utama saat terjadinya bencana tsunami. Dari sisi ilmu kebumiaan, kawasan gumuk pasir Parangtritis memiliki nilai yang sangat luar biasa, karena langka, unik, dan khasnya gumuk pasir. Kawasan tersebut layak ditetapkan sebagai cagar biosfer, dan tempat edukasitentang ekosistem gumuk pasir. Gumuk pasir memiliki berbagai potensi antara lain pariwisata, olahraga, pertanian, edukasi, ekonomi, konservasi, riset, sosial dan budaya. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BadanGeologi tentang kawasan Cagar Alam Geologi (Geoheritage) tahun 2014, kawasan gumuk pasir masuk ke dalam 9 kawasan geoheritage. Menurut draft Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi (RSTRP) D.I. Yogyakarta 2006, kawasan gumuk pasir merupakan bagian dari kawasan lindung setempat dengan luas 1968 ha. Berdasarkan peta konservasi gumuk pasir Parangtritis yang dibuat oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantul bersama laboratorium Geospasial, zonasi pemanfaatan lahan gumuk pasir Parangtritis sesuai denganperuntukannya terdiri atas zona inti, zona penyangga, zona pemanfaatan tertentu, zona perikanan berkelanjutan, zona wisata alam dan budaya, dan zona wisata kuliner. Rencana pemetaan kawasan gumuk pasir dari Parangtritis Geomaritime Science Parktahun 2015menyebutkan bahwa kawasan gumuk pasir Parangtritis akan memiliki luas 413 ha, terdiri dari zona inti 141,15 ha, zona terbatas 95,3 ha, dan zona penunjang 176,6 ha.

 
 

Kalender Akademik

<<  Oktober 2021  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
25262728293031